Leave a comment

“Dunia Pembelajaran yang Sejajar”

Opini ini bersumber dari Majalah LINUX edisi 2 tahun 2009  yang membahas tentang Opini dari Dosen Grafik Komputer dan Pengolahan Citra saya di semester 5 “Bapak I MADE WIRYANA” dengan opini yang berjudul “ Dunia Pembelajaran yang Sejajar “

Dunia Pembelajaran yang Sejajar

Di dalam opini ini beliau menekankan kepada perkembangan komunitas open source yang ada di Indonesia dan mengibaratkannya dengan pengalaman hidupnya, yaitu anaknya yang berhasil belajar mengendarai sepeda roda dua berkat teman teman sebayanya, proses belajar seperti ini yang disebut dengan istilah peer learning yaitu proses pembelajaran yang dilakukan terhadap pihak sederajat dan proses ini sama dengan yang terjadi di kalangan komunitas open source, Komunitas atau kalangan open source bebas berkreasi karena sofwarenya bersifat gratis jadi pengetahuan bisa di pelajari dari siapa saja dan pengetahuan itu milik siapa saja berbeda dengan software – software yang berlicense (proprietary) maka vendor adalah penguasa tertinggi dari pengetahuan atas teknologi tersebut. Prinsip kesejajaran dalam pembelajaran ini menjadikan dunia Open Source memiliki perkembangan yang lebih cepat dan memberikan kemungkinan berkembang yang besar dari praktisi TI di Indonesia. Oleh karena itu banyak distro distro open source yang bermunculan di Indonesia seperti Trustix Merdeka, WinBI, BlankOn, WaroengIGOS, RimbaLinux, DewaLinux, Nusantara dan lain sebagainya. Proses pembelajaran inilah yang sangat efektif di jaman sekarang ini.

 

Pendapat saya. Saya setuju dengan opini tersebut karena proses pembelajaran inilah yang terbaik karena kalo kita belajar dari teman sendiri bawaanya beda tidak ada rasa tertekan dan kita bebas bertanya serta bertukar pikiran satu sama lain dengan catatan kita harus belajar dari teman yang mempunyai visi dan misi yang sama jadi proses pembelajarnnya cepat membuahkan hasil.

 

Proprietary :  Hak Milik

Open Source : Gratis / Tanpa Hak Milik

Vendor : Penjual

Developer : Pengembang

Windows xp : Sistem Operasi

www.infolinux.web.id
http://www.cdtl.nus.edu.sg/success/sl37.htm

Peer learning (Peer Learning)
Associate Professor Alice Christudason 
Peer Learning Strategies

Untuk memfasilitasi pembelajaran rekan yang sukses, guru dapat memilih dari berbagai strategi:

  1. Grup Buzz: Sekelompok besar siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil siswa 4-5 untuk mempertimbangkan isu seputar masalah. Setelah sekitar 20 menit diskusi, salah satu anggota dari setiap sub-kelompok menyajikan temuan dari sub-kelompok untuk seluruh kelompok.
  2. Affinity Groups: Kelompok siswa 4-5 masing-masing tugas khusus ditugaskan untuk bekerja di luar waktu kontak formal. Pada pertemuan formal berikutnya dengan guru, sub-kelompok, atau perwakilan kelompok, menyajikan temuan sub-kelompok untuk kelompok tutorial keseluruhan.
  3. Solusi dan Grup Kritik: Satu sub-kelompok diberikan sebuah topik diskusi untuk tutorial dan kelompok lain merupakan ‘kritik’ yang mengamati, komentar menawarkan dan mengevaluasi presentasi sub-kelompok.
  4. ‘Ajarkan-Tulis-Diskusikan’: Pada akhir unit pengajaran, siswa harus menjawab pertanyaan singkat dan membenarkan jawaban mereka. Setelah bekerja pada pertanyaan-pertanyaan secara individu, siswa membandingkan jawaban mereka satu sama lain itu. Sebuah diskusi seluruh kelas kemudian mengkaji berbagai jawaban yang tampaknya masih dibenarkan dan alasan validitasnya.

Kritik sesi, bermain peran, debat, studi kasus dan proyek terpadu adalah strategi pengajaran lain yang menarik dan efektif yang membangkitkan antusiasme siswa dan mendorong pembelajaran sebaya. Siswa dengan demikian memiliki kesempatan untuk mengalami beragam dalam konteks cukup ‘aman’ dan tak terbatas ,reaksi terhadap masalah yang kompleks dan ‘real’ yang mungkin mereka hadapi nanti dalam karir mereka.

Successful Peer Learning

Untuk peer learning menjadi efektif, guru harus memastikan bahwa akuntabilitas ‘saling ketergantungan positif’ pengalaman seluruh kelompok, tatap muka interaksi, pengolahan kelompok, dan individu dan kelompok. ‘Saling ketergantungan positif’ menekankan pentingnya dan keunikan dari upaya setiap anggota kelompok, sementara kegiatan kognitif penting dan dinamika interpersonal dengan tenang di tempat kerja. Sebagai siswa berkomunikasi dengan satu sama lain, mereka pasti menganggap peran kepemimpinan, mendapatkan konflik pengelolaan keterampilan, membahas dan memperjelas konsep, dan mengungkap kompleksitas hubungan manusia dalam konteks tertentu, proses ini meningkatkan hasil belajar mereka. Dengan demikian, pembelajaran siswa jauh melebihi kata-kata tertulis dan bahkan tugas yang diberikan. 

Kesimpulan

Penelitian menunjukkan bahwa kegiatan belajar rekan biasanya mengakibatkan:
(a) pengembangan tim semangat dan hubungan yang mendukung lebih, (b) lebih besar kesejahteraan psikologis, kompetensi sosial, keterampilan komunikasi dan harga diri, dan (c) pencapaian yang lebih tinggi dan produktivitas yang lebih besar dalam hal hasil belajar ditingkatkan.  dengan demikian siswa secara nyata terlibat dalam pembelajaran sebaya dan menuai keuntungan dibahas di atas.

References

Felder, R.M. ‘Active and Cooperative Learning’.
http://www2.ncsu.edu/unity/lockers/users/f/felder/public/Cooperative_Learning.html (last accessed: 18 June 2003).

Johnson, D.W.; Johnson, R.T.; & Holubec, E.J. (1993). Circles of Learning. Edina, MI: Interaction Book Company.

Kaufman, D.B.; Felder, R.M.; & Fuller, H. (June 1999). ‘Peer Ratings in Cooperative Learning Teams’. Proceedings of the 1999 Annual ASEE Meeting, ASEE, Session 1430’.
http://www2.ncsu.edu/unity/lockers/users/f/felder/public/Papers/kaufman-asee.PDF (last accessed: 18 June 2003).

Nelson, C. (1999). ‘Critical Thinking and Collaborative Learning’. Tomorrow’s Professor Msg. #173. Center for Teaching and Learning, Stanford University.
http://ctl.stanford.edu/Tomprof/postings/173.html (last accessed: 23 June 2003).

Shaftel, F. & Fair, Jean (eds.). (1967). Effective Thinking in the Social Studies. Washington, D.C.: National Council for the Social Studies.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: