Leave a comment

Motivasi

Pengertian Motivasi
Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.
Motivasi dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu :

a. Motivasi Fisiologis
Adalah motivasi alamiah (biologis) seperti lapar, haus dan seks.

b. Motivasi Psikologis
Dapat dikelompokkan dalam 3 kategori dasar, yaitu:

  • Motivasi kasih saying (affectional motivation), adalah motivasi untuk menciptakan dan memelihara kehangatan, keharmonisan, dll.
  • Motivasi mempertahankan diri (ego-defensive motivation) adalah motivasi untuk melindungi kepribadian dan mendapatkan kebanggan diri.
  • Motivasi memperkuat diri (ego-bolstering motivation) adalah motivasi untuk mengembangkan kepribadian, berprestasi, dll.

Teori – teori Motivasi
Teori motivasi eksternal menjelaskan kekuatan-kekuatan yang ada didalam individu yang dipengaruhi factor-faktor intern. Teori ini ada yang positif dan ada yang negatif. Dalam hal ini sebuah teori dari Mc Gregor yang dikenal dengan teori X dan teori Y, yang akan membantu menjelaskan teori motivasi eksternal.
Anggapan-anggapan yang mendasari teori X :

  1. Rata-rata para pekerja itu malas, tidak suka bekerja, dan akan menghindarinya bila dapat.
  2. Karena pada dasarnya pekerja tidak suka bekerja, maka harus dipaksa, dikendalikan, dipelakukan dengan hukuman, dan diarahkan untuk pencapaian tujuan organisasi.
  3. Rata-rata para pekerja lebih senang dibimbing, berusaha menghindari tanggung-jawab, mempunyai ambisi yang kecil, keamanan drinya di atas segala-galanya..

Anggapan-anggapan yang mendasari teori Y :

  1. Usaha fisik dan mental yang dilakukan manusia dalam bekerja adalah kodrat manusia, sama halnya dengan bermain atau beristirahat.
  2. Rata-rata manusia bersedia belajar dalam kondisi yang layak tidak hanya menerima tetapi mencari tanggung jawab.
  3. Ada kemampuan yang besar dalam kecerdikan, kreativitas dan daya imajinasi untuk mmecahkan masalah-masalah organisasi yang secara luas tersebar pada seluruh karyawan.
  4. Pengendalian ekstern dan hukuman bukan satu-satunya cara untuk mengarahkan usaha pencapaian tujuan tersebut.
  5. Keterikatan pada tujuan organisasi adalah fungsi penghargaan yang diterima karena prestasi.
  6. Organisasi seharusnya memberikan kemungkinan orang untuk mewujudkan potensinya, dan tidak hanya digunakan sebagian.

Teori Hirarki Kebutuhan Maslow
Menurut Maslow ada 5 kebutuhan dasar manusia yang membentuk hirarki kebutuhan, yaitu :

  1. Kebutuhan Fisiologis (phisiological needs) seperti lapar, haus, perumahan, dll.
  2. Kebutuhan Keamanan (safety needs), adalah kebutuhan akan keselamatan dan perlindungan dari bahaya, ancaman, dan perampasan/pemecatan.
  3. Kebutuhan Sosial (social needs), adalah kebutuhan akan rasa cinta dan kepuasan dalam menjalin hubungan dengan orang lain, kepuasan dan perasaan memiliki serta diterima dalam suatu kelompok, rasa kekeluargaan, rasa persahabatan dan kasih sayang.
  4. Kebutuhan Penghargaan (esteem needs), adalah kebutuhan akan status/kedudukan, kehormatan diri, reputasi dan prestasi.
  5. Kebutuhan Aktualisasi Diri (self-actualization needs), adalah kebutuhan pemenuhan diri, untuk mempergunakan potensi diri, pengembangan diri semaksimal mungkin, kreativitas, ekspresi diri dan melakukan apa yang paling cocok serta menyelesaikan pekerjaannya sendiri.

Teori Motivasi Berprestasi Mc Clelland
Menurut Mc Clelland, seseorang dianggap mempunyai motivasi prestasi yang tinggi, apabila dia mempunyai keinginan untuk berprestasi lebih baik dari pada yang lain dalam banyak situasi.

Mc Clelland memusatkan perhatiannya pada tiga kebutuhan manusia yaitu :

  1. Kebutuhan Prestasi (need for achievement)
  2. Kebutuhan Afiliasi (need for affiliation)
  3. Kebutuhan Kekuasaan (need for power)

Teori Motivasi Dua Faktor Herzberg
Menurut Herzberg ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang dalam organisasi, yaitu pemuas kerja (job satisfier) yang berkaitan dengan isi pekerjaan dan penyebab ketidakpuasan kerja (job dissafisfiers) yang bersangkutan dengan suasana pekerjaan Satisfiers disebar motivators dan dissatifiers disebut faktor-faktor yang higienis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: